BOGOR (BJN) - Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia di Talaga Warna, Puncak, Bogor. Program Sadu Bhakti Ngalokat Cai Talaga Warna ini  diinisiasi oleh Abah Aries Mulyana, SE dan Abah Haji Eman Sulaeman sebagai Pupuhu Bale Raksa Riksa Budaya Sunda. 

Dalam Kegiatan hari ini juga dihadiri  oleh Abah Tedja M Kusuma (aktivis lingkungan Ciliwung Bersih) , Gr Duki Ruke, yang biasa dipanggil Bang Kuncir (praktisi spiritual), DR Misno S.H.,S.E.,S.pd (akademisi), Abah Aries Mulyana S.E, Abah Asep Gogom dan masih banyak tokoh penting lainnya, hal tersebut diungkapkan Abah Tubagus, saat ditemui awak media beritajejaring.co.id, Sabtu, 23/3/2025.

iklan sidebar-1

Abah Tubagus juga memaparkan, dalam kegiatan ini hal yang penting yaitu menekankan pentingnya menghargai air sebagai salah satu makhluk Allah SWT yang diciptakan lebih dahulu dari manusia, sehingga kegiatan ini berfokus pada "Ngalokat Cai", yang dapat diartikan menghargai air. Air memiliki sifat karakter yang unik, seperti tidak sombong dan menerima takdir baik atau jelek. Air juga fleksibel dengan alam dan dapat mengikuti bentuk apa pun. Oleh karena itu, kita harus belajar dari air dan tidak sombong. Paparnya.

Ditambahkan, Kegiatan ini memiliki beberapa pesan yang terkandung, yaitu Ngaruat dan Ngarumat, yaitu tindakan kita sebagai anak bangsa untuk melestarikan lingkungan dan menanam pohon baru untuk menggantikan pohon yang ditebang, satu pohon yang ditebang sebanyak tujuh pohon baru yang kita tanam. Tadi kami sudah menanam pohon di telaga , pohon yang ditanam adalah pohon kawung atau pohon aren, pohon ini adalah simbol dari kerajaan Padjajaran, khususnya Pakuan Padjajaran Kota Bogor.