WONOSOBO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Sumbing, Jawa Tengah. Hingga saat ini, api telah menghanguskan sekitar 300 hektar area sabana, dengan dampak terparah berada di wilayah administratif Kabupaten Wonosobo.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi luas lahan yang terdampak tersebut. Menurutnya, api sebagian besar melahap vegetasi sabana di bagian atas gunung.
“Untuk area di Gunung Sumbing yang sudah terbakar mencapai 300 hektar, khususnya yang masuk dalam wilayah administratif Wonosobo,” ujar Bergas.
Bergas menambahkan bahwa cakupan wilayah yang terdampak di area lain, seperti Kabupaten Magelang dan Temanggung, relatif lebih kecil dibandingkan wilayah Wonosobo.
Musibah ini tidak hanya merusak vegetasi alam, tetapi juga memicu kekhawatiran mendalam terkait keberlangsungan sumber mata air bagi masyarakat yang tinggal di lereng gunung. Oleh karena itu, upaya pemadaman dan perlindungan menjadi prioritas utama.
Sebagai langkah respons cepat, tim gabungan yang terdiri dari unsur relawan, TNI, dan Polri telah dikerahkan ke lokasi. Petugas saat ini tengah mengintensifkan upaya pemadaman di titik-titik krusial guna meminimalisir dampak kerusakan ekosistem yang lebih luas.
Selain berfokus pada pemadaman api, langkah mitigasi ini juga dilakukan untuk memastikan akses kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung.






