JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mulai menyiapkan langkah strategis guna menyambut proyeksi tren positif pasar kendaraan listrik nasional pada 2026 mendatang. Fokus utama asosiasi saat ini adalah merancang skema insentif yang lebih berkelanjutan untuk tahun 2027.
Setelah sempat melewati masa koreksi pasar yang menantang, Aismoli menilai bahwa pemberian subsidi tunai atau potongan harga langsung tidak lagi menjadi satu-satunya solusi ideal. Asosiasi mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan bentuk dukungan lain yang lebih komprehensif guna memperkuat ekosistem industri.
“Kami mengusulkan agar pemerintah tidak hanya terpaku pada pemberian subsidi harga saja saat memasuki tahun 2027 nanti,” ujar perwakilan Aismoli dalam keterangan resminya.
Menurut Aismoli, diversifikasi stimulus sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah ini diharapkan mampu memicu minat masyarakat secara organik, sehingga industri dapat tumbuh lebih mandiri tanpa bergantung penuh pada dana bantuan pemerintah.
“Penting bagi kita untuk memikirkan skema pendukung lain yang bisa memperkuat daya saing industri motor listrik dalam jangka panjang,” tambah pihak asosiasi.
Transisi kebijakan ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menyambut era mobilitas ramah lingkungan yang lebih matang. Aismoli meyakini, dengan stimulus yang tepat dan berkelanjutan, adopsi motor listrik di tengah masyarakat akan meningkat secara masif dan kompetitif.
Saat ini, Aismoli terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi pemerintah terkait untuk mematangkan konsep tersebut. Fokus utama dari diskusi ini adalah memastikan keberlangsungan industri tetap terjaga sekaligus menjaga keterjangkauan produk bagi konsumen di pasar nasional.






