BOGOR (BJN) - Sebanyak 63 peserta mengikuti sosialisasi program pelatihan Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) Jepang Batch II di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat 10/4/2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah untuk maju, tidak hanya bekerja tetapi juga belajar kedisiplinan dan etos kerja.
“Intinya ambil kesempatan ini. Selain bekerja, gunakan juga untuk belajar. Presentasikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bersahabat dengan Jepang. Pelajari dan kuasai dasar bahasa serta hargai budaya di Jepang. Ini penting, karena orang Indonesia harus memiliki level peradaban. Setelah pulang dari Jepang, bawa nilai-nilai positif, seperti kebersihan, kedisiplinan, etos kerja, dan hal baik lainnya,” ujar Dedie Rachim.

Program pelatihan ini berlangsung selama enam bulan dengan frekuensi lima kali per minggu. Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor melalui BLK yang telah membuka peluang kerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Program ini telah berjalan sejak Oktober 2025 dan terus dikembangkan pada 2026, termasuk melalui kolaborasi dengan LPK Megumi Mitra Mandiri dan para mitra terkait.
Menurut Dedie Rachim, tantangan ketenagakerjaan saat ini, khususnya bagi usia produktif yang belum sepenuhnya terserap akibat terbatasnya lapangan kerja dan semakin ketatnya persaingan, menuntut peningkatan kompetensi, keterampilan, dan daya saing sumber daya manusia, khususnya warga Kota Bogor.
“Pemerintah Kota Bogor mendukung program peningkatan kualitas tenaga kerja seperti ini. Program Tokutei Ginou bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja di Jepang, membuka peluang kerja yang legal dan aman, serta berkontribusi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Dedie Rachim.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa Jepang, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman budaya dan etos kerja masyarakat Jepang. Hal ini dinilai memberikan manfaat besar, seperti transfer ilmu, teknologi, dan budaya kerja, peningkatan keterampilan teknis dan bahasa, serta dampak ekonomi bagi Kota Bogor melalui peningkatan pendapatan dan devisa.
“Pemerintah Kota Bogor berharap program ini terus berlanjut dan berkembang. Kami juga berharap kerja sama dengan berbagai sektor semakin luas, sehingga membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Lulusan program ini diharapkan menjadi duta tenaga kerja profesional yang membanggakan Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.***



