(Foto.Sumarno/Redaksi)
BOGOR (BJN) - Dugaan adanya Bancakan anggaran proyek P3-TGAI di wilayah Desa Cimande, terlihat dari ramainya pemberitaan miring dibeberapa media terkait pekerjaan proyek P3-TGAI yang terkesan asal jadi.
Bahkan Kontrol Sosial para awak media dilapangan dianggap meresahkan ketua P3A. Namun, fakta berkata lain, karena seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti menulis, menganalisis, dan melaporkan suatu peristiwa kepada publik lewat media massa pasti secara teratur dan sesuai fakta dilapangan. Kegiatan jurnalistik dilakukan di berbagai media massa seperti koran, majalah, radio, televisi, juga media online. Jurnalis sering dianggap sebagai wakil dari suara masyarakat mengenai berbagai kejadian yang ada dan terjadi di masyarakat.
Kamis 29 April 2021, Rohmat Selamet, S.H.,M.Kn., Selaku Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor angkat bicara, "Jika tidak ada kesalahan, mengapa harus resah ketika proyek P3-TGAI di datangi wartawan, terkait besarnya biaya yang dipakai menggunakan anggaran negara tersebut. Pers sebagai kontrol sosial yang dijamin oleh UU Pers No. 40 Tahun 1999, untuk menginformasikan kejadian dan fakta nyata dilapangan kepada masyarakat", singkatnya.





