CIKARANG (BJN) -  Memasuki kota ketiga dari rangkaian Roadshow Nasional 10 Kota, kolaborasi strategis antara BSSN RI, APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO DPK Kabupaten Bekasi, dan YORINDO Communication sukses menggelar acara bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” di Holiday Inn Jababeka, Cikarang. Kegiatan ini secara khusus menyoroti percepatan transformasi digital di sektor industri manufaktur, sekaligus memperkuat cetak biru (blueprint) transformasi digital industri nasional yang komprehensif.


Acara dibuka oleh Yolanda Roring, Direktur YORINDO Communication, yang menegaskan bahwa roadshow ini dirancang untuk membekali para pemimpin industri dengan blueprint transformasi digital yang terukur, aman, dan efisien. “Setelah sukses di Surabaya dan Bali, kini giliran Cikarang sebagai jantung manufaktur Indonesia. Kami hadirkan ekosistem lengkap: dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga praktik AI terapan,” ujarnya.


Dukungan Penuh APINDO untuk Daya Saing dan Produktivitas

Dukungan penuh datang dari APINDO DPK Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh M. Yusuf Wibisono, S.E., M.M., Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya efisiensi berbasis AI untuk meningkatkan daya saing global industri manufaktur. “Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi keharusan. Dengan AI, kita bisa mendorong produktivitas yang berkeadilan, termasuk mendukung kebijakan pengupahan yang objektif berbasis produktivitas riil di lini pabrik,” tegasnya.

Prioritas Keamanan Siber: BSSN Paparkan Autonomous Defense

iklan sidebar-1

Mengawali sesi utama, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI melalui Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng. , Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, memaparkan strategi Autonomous Defense. Beliau menegaskan bahwa di era AI, keamanan siber otonom adalah perisai utama bagi keberlangsungan operasional pabrik. “Ancaman siber kini bergerak lebih cepat. Sistem pertahanan harus mampu merespons secara otomatis tanpa menunggu intervensi manusia. Inilah yang kami dorong untuk melindungi infrastruktur kritis manufaktur,” jelas Mamung, sapaan akrabnya.

Bangun Digital Backbone, Hindari Black Box Syndrome

Sesi dilanjutkan oleh Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky) , yang membedah pentingnya membangun Digital Backbone yang kuat. “Adopsi AI tanpa fondasi infrastruktur digital yang solid berpotensi menimbulkan risiko serius, yaitu Black Box Syndrome, kondisi di mana sistem AI berjalan tanpa transparansi, kontrol, dan pemahaman yang memadai. Kita harus menghindari ketergantungan pada vendor tertutup. Pilihannya antara infrastruktur on-premise atau cloud lokal yang menjamin kedaulatan data nasional,” tegas Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen PERATIN dan Wakli Ketua Umum SPRI.

Hoky menambahkan, “Transformasi digital tidak cukup hanya mengadopsi AI. Tanpa infrastruktur yang kuat dan keamanan yang terjamin, AI justru dapat menjadi sumber risiko baru. Karena itulah kami hadirkan blueprint lengkap di setiap kota.” Tuturnya.