BOGOR (BJN) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Penasihat Perkumpulan Bundo Kanduang Minang (PKBM) Kota Bogor, Yantie Rachim, mengajak perempuan Minangkabau untuk meneladani perjuangan para tokoh perempuan asal Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Jawa Barat di Hotel Onih, Kota Bogor, Minggu (25/1/2026).

iklan sidebar-1

Mengusung tema 'Manusia Sebagai Individu Multidimensional', Yantie Rachim mengingatkan jasa para tokoh pejuang perempuan Minangkabau, di antaranya Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Jakarta, Roehana Koedoes yang dikenal sebagai wartawati perempuan pertama di Indonesia, serta Rahmah El Yunusiyah, pendiri madrasah modern khusus perempuan pertama di Indonesia yang model pendidikannya menginspirasi Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.

“Para tokoh tersebut lahir sebagai perempuan Minang yang berani berpikir, berani bersuara, dan berani bersikap, namun tetap berakar pada adat dan akhlaknya,” ujar Yantie Rachim.

Ia menambahkan, jika belajar dari sejarah, perempuan Minangkabau tidak pernah absen dalam peradaban dan pembangunan bangsa. Menurutnya, Bundo Kanduang bukan hanya nama dan simbol adat, melainkan jiwa yang hidup dalam diri perempuan Minangkabau.