PANDEGLANG (BJN) - Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024 yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) terus bergulir. Kali ini Universitas Mathla’ul Anwar Banten menjadi perguruan tinggi keempat diadakan sosialisasi Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024.
Tak kurang dari 550 mahasiswa baru Universitas Mathla’ul Anwar terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sosialisasi ini diselenggarakan serangkaian dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024, yang digelar di Aula Universitas Mathla’ul Anwar, Menes, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis 12/09/2024.
Kegiatan sosialisasi Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024 menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan para peserta. Sejumlah pembicara dari pusat turut hadir memberikan wawasan terkait peran jurnalistik dalam membangun bangsa. Di antaranya adalah Ir. Soegiharto Santoso, SH selaku Tenaga Ahli Sinergisitas Bidang Kemitraan Warung NKRI Digital di BNPT RI, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024, dan H. Muhamad Agus Hendi Hendrawan, SE, MSi dari Badan Kesbangpol Provinsi Banten.
Soegiharto Santoso yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia menyampaikan materi tentang peran penting jurnalisme kampus untuk meredam intoleran pasif di kalangan mahasiswa.
Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan momentum ini dalam rangka mempersiapkan diri menjadi agen perubahan dalam masyarakat. "Melalui kegiatan kompetisi jurnalis kebangsaan ini mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi aktif dalam penanggulangan terorisme dengan menjalankan praktek citizen journalism atau jurnalis warga untuk menghasilkan karya jurnalistik tentang nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat toleransi di lingkungan kampus dan masyarakat," papar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.
Hoky juga menyampaikan bahwa dengan kompetisi ini diharapkan dapat lebih efektif dalam menggalang dukungan dari media dan jurnalis dalam upaya penganggulangan terorisme dan menjadi wahana efektif untuk menyuarakan nilai-nilai kebangsaan, memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan, menginspirasi dan mempengaruhi opini publik, dan membangun komunitas jurnalis mahasiswa serta memperkaya konten jurnalistik. “Jurnalis bukan hanya profesi, tetapi juga panggilan untuk menyuarakan kebenaran dan menjaga integritas bangsa,” imbuhnya.






