JAKARTA (BJN) -  Ketua Umum Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (GAKORPAN), Abednego Panjaitan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesungguhan dan keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pemberantasan korupsi secara masif, terukur, dan simultan di sejumlah wilayah Indonesia.

Abednego menilai, langkah KPK yang melakukan tiga operasi tangkap tangan (OTT) dalam satu hari merupakan peristiwa langka dan historis dalam penegakan hukum antikorupsi. Aksi tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa negara tidak sedang main-main menghadapi praktik korupsi yang kian kompleks, sistemik, dan terorganisir.

“Ini baru pertama kali dalam satu hari KPK melakukan tiga OTT di wilayah berbeda. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja serius, keberanian institusional, dan strategi penindakan yang matang,” tegas Abednego Panjaitan.

Dalam rangkaian OTT tersebut, KPK mengamankan total 25 orang dari tiga daerah berbeda, yakni: Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Tangerang, Banten

iklan sidebar-1

Abednego menegaskan, penindakan serentak lintas wilayah ini merupakan sinyal keras negara kepada seluruh pejabat publik dan pemangku kepentingan bahwa tidak ada lagi zona aman bagi koruptor, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sinyal Penindakan Serius Negara

Menurut Abednego, pola OTT yang dilakukan hampir bersamaan di beberapa wilayah menunjukkan bahwa KPK tidak bekerja secara reaktif atau insidental. Sebaliknya, lembaga antirasuah itu menjalankan kerja intelijen yang sistematis dan penindakan yang terukur, berbasis pemetaan jaringan dan pola kejahatan korupsi.

Langkah ini, kata dia, sekaligus menepis narasi pesimistis yang selama ini berkembang bahwa penegakan hukum terhadap korupsi melemah.